Hal itu disampaikan Guterres saat berpidato dalam acara peringatan 70 tahun kesepakatan internasional untuk menghentikan segala macam pembersihan etnis di dunia.
Guterres menjelaskan, kesepakatan itu adalah yang pertama kali dilakukan oleh PBB dalam bidang hak asasi manusia. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 9 Desember 1948.
Dalam kesempatan itu, Guterres juga memperingatkan agar segala bentuk ujaran kebencian dan rasisme dihentikan. Ia mencontohkan ujaran kebencian terhadap wanita, Islam, anti-Semitisme, ujaran kebencian terhadap orang asing, dan lainnya.
“Oleh karena itu, kita semua harus menolak baik secara individu maupun kolektif segala bentuk kebencian terhadap seseorang karena agama, kebangsaan, ras ataupun yang lainnya,” ujar Guterres. (whc/dakwatuna)