dakwatuna.com – Palestina. Seorang peneliti zionisme bernama Dr. Shaleh An-Na’amy menyatakan bahwa Israel sangat takut jika intifadhah rakyat Palestina kembali meletus di Tepi Barat, karena hal itu bisa berakhir dengan pengucilan dunia internasional terhadap negara penjajah itu sepenuhnya.
Sebagaimana dilansir Islam Memo (25/3/2015), Dr. An-Na’amy menyatakan bahwa intifadhah di Tepi Barat adalah mimpi buruk bagi Israel di tengah tidak menentunya hubungan negara zionis itu dengan sekutunya AS dan Eropa saat ini.
Israel menyadari jika intifadhah rakyat Palestina kembali terjadi di Tepi Barat, sulit bagi negara zionis itu mencari negara lain yang akan membelanya dari tekanan dunia internasional.
Terkait hal itu, PM Israel yang baru terpilih kembali, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan ke media Israel bahwa militer siap siaga guna mengantisipasi kemungkinan memburuknya hubungan Israel dan Palestina di Tepi Barat, yang dapat berujung pada intifadhah rakyat Palestina lagi.
Sejauh ini, sebagaimana dikutip dari media Israel Today (24/3/2015), intelijen Israel telah mengantongi sejumlah informasi mengenai peningkatan ‘aktivitas terorisme’ di Tepi Barat yang didukung oleh aktivis Hamas di luar Palestina. (islammemo/rem/dakwatuna)