dakwatuna.com
Setiap hari aku melihatmu….ayah..
Dalam penglihatanku, aku selalu mengamatimu..
Wajahmu, sosok tubuhmu, tingkahmu dan semuanya…
Tapi semakin lama,…aku mengamatimu,….
Hati ini semakin menangis…
Tanpa sadar aku telah melewati satu hal, ayah…
Engkau kini telah berubah….ayah…
Sosok yang dulu selalu merangkulku…
Sosok yang dulu selalu menyayangiku..
Sosok yang dulu selalu melindungiku..
Sosok yang dulu selalu membuatku nyaman…
Kini semuanya telah berubah….
Engkau kini semakin tua…ayah
Rambutmu yang putih, kini menghiasi kepalamu…
Kerutan di wajahmu, kini semakin banyak….
Tubuhmu pun semakin kurus….
Engkau menahan semua apa yang ada di dalam dirimu, ayah..
Sakitmu, masalahmu….
Engkau pikul sendirian….
Keringatmu pun, engkau teteskan demi anak-anakmu…
Bahkan darahmupun, engkau rela meneteskan demi anak-anakmu….
Semuanya telah engkau berikan kepada kami ayah….
Apa yang engkau lakukan, takkan terhitung…
Apa yang engkau berikan, takkan terbalas….
Semuanya akan selalu terukir di hati ini, ayah….
Aku sungguh mencintaimu, ayah…
Sangat…sangat..mencintaimu, ayah… sampai kapanpun….
Walaupun terkadang, aku tak mengerti apa yang engkau pikirkan, ayah…
Walaupun terkadang, aku tak mengerti apa yang sedang engkau rasakan, ayah…
Walaupun terkadang aku tak mengerti apa yang dapat aku lakukan untukmu, ayah…
Tapi satu hal yang aku tahu, aku akan selalu mendoakanmu, sampai kapanpun ayah….
Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya
Beri Nilai: