dakwatuna.com – Jerman. Gerakan anti islamisasi di Eropa, Pegida, kembali menggalang aksi unjuk rasa menentang Islam di kota Dresden, Jerman Timur, Minggu kemarin (25/1/2015).
Sebagaimana dikutip Islam Memo (26/1/2015), aksi tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya dibatalkan karena ancaman kekerasan terhadap kelompok itu jika kembali menggalang unjuk rasa menyebarkan kebencian.
Menurut sumber kepolisian Jerman, aksi tersebut diperkirakan diikuti oleh 17 orang warga Jerman dan Eropa, atau berkurang dari aksi sebelumnya yang diperkirakan diikuti oleh 25 orang partisipan.
Menlu Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menyampaikan kekhawatirannya akan dampak buruk yang ditimbulkan Pegida terhadap citra Jerman di mata dunia. Steinmeier menegaskan bahwa apa yang diperjuangkan Pegida tidak mewakili rakyat Jerman.
Sebelumnya pada tanggal 12 Januari 2015, Pegida berhasil mengumpulkan 25 ribu orang dalam aksi unjuk rasa. Rencana untuk menggelar aksi kembali pada tanggal 19 Januari 2015 dibatalkan karena adanya ancaman kekerasan. (islammemo/rem/dakwatuna)
Redaktur: Rio Erismen
Beri Nilai: