Ribuan demonstran membawa symbol-simbol yang mendukung perlawanan sambil mengusung foto para pemimpin perlawanan Hamas yang gugur sebagai syuhada. Mereka juga membakar bendera Zionis untuk menunjukan kemarahanya.
Dalam orasinya, ketua lembaga kemanusiaan Turki (IHH), Polant Yeldream mengingatkan penodaan terhadap masjid Al-Aqsha sebagai setrategi Zionis untuk menguasainya. Ia juga mengisyaratkan tentang rencana Zionis terhadap Al-Aqsha untuk mendirikan Haikal.
Yeldream mengajak masyarakat Turki untuk melakukan solidaritasnya terhadap para pejuang yang mempertahankan Masjid Al-Aqsha dari serangan kelompok radikal yang dibantu pasukan Israel.
Yeldream mengatakan, Al-Quds dan Al-Aqsha merupakan milik kaum muslimin. Oleh karena itu, semua kaum muslimin yang berjumlah 1,5 milyar bertanggung jawab atas keselamatan Al-Aqsha.
Dalam pada itu, sejumlah pemimpinTurki meminta pemerintahnya untuk mengambil sikap resmi terkait peristiwa al-Aqsha. Penodaan Zionis terhadap Al-Aqsha harus dianggap sebagai penodaan terhadap wilayah Turki juga. Yeldream meminta OKI bergerak secepatnya untuk menyelematkan Al-Aqsha , sebelum kiblat pertama ummat ini hancur. OKI seharusnya menggelar pertemuan darurat untuk mengambik sikap tegas dalam masalah ini. (asy/pip)
Konten ini telah dimodifikasi pada 06/10/09 | 22:04 22:04